(Kedai Kebebasan – Jakarta) Tewasnya Noordin M. Top dan Saifuddin Zuhri bagi beberapa kalangan tidak menjamin terorisme di indonesia telah mati. Terorisme selalu akan ada sebagai bentuk respon atas pelbagai situasi sosial kekinian. sekalipun gerakan mereka dianggap destruktif dan negatif, tapi kelompok teroris masih punya "suara". Dan tak ada kekuatan lain yang dapat membendung gerakan teroris.
Perang melawan terorisme perlu disuarakan sebagai jaminan atas kebebasan dan penghargaan terhadap keyakinan dan keberagamaan. Bagaimanapun persoalan terorisme merupakan bagian dari problem kemanusiaan yang cukup kompleks sekaligus sebagai ancaman global.
Atas dasar itulah Forum Mahasiswa Ciputat bekerja sama dengan Jaringan Islam Liberal, Friedrich Naumann Stiftung (FNS) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta menyelenggarakan Diskusi Publik berjudul “Perang Global Melawan Terorisme.”
1. Sidney Jones, (Senior Adviser International Crisis Group, ICG)
Topik: Komparasi Gerakan Terorisme
2. Uil Abshar Abdalla, (Jaringan Islam Liberal)
Topik: Agama, Radikalisme dan Ancaman Terorisme Global
3. Noorhaidi Hasan, (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Topik: Terorisme
Acara ini terbuka untuk umum dan akan dilaksanakan pada:
Hari/tgl : Kamis, 05 November 2009
Waktu : 09.00 - 13.00 WIB
Tempat : Gedung Aula Student Center (SC) UIN Jakarta
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat-Jakarta Selatan 15419
![]() | Versi Cetak | ![]() | Kirim ke Teman | ![]() | Nilai Artikel Ini: | ![]() ![]() ![]() ![]() Rating saat ini: 3 dari 5 |

Senin, September 06 2010 







