<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0">
<channel>
<title>Kedai Kebebasan</title>
<link>http://www.kedai-kebebasan.org/</link>
<description>Kedai Kebebasan</description>
<language>Indonesian</language>
<copyright>2005 Kedai Kebebasan.org, PT</copyright>
<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:38:00 07:38:35</pubDate>

 
<item>
<title>UNDANGAN DISKUSI: “Mengukur Pencapaian dan Tantangan Demokrasi”</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=864</link>
<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Demokrasi adalah alat untuk menuju kesejahteraan. Pencapaian demokrasi sudah sering diukur secara berkala. Hasilnya sering pula memunculkan diskusi hangat, bahkan tak jarang polemik yang berkepanjangan tentang apakah demokrasi benar-benar sistem yang terbaik dari semua yang ada.</description>
</item>

<item>
<title>Aku, Pensil: Silsilah Keluarga Sebuah Pensil, Sebagaimana Dikisahkan Kepada Leonard E. Read</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/publikasi/papers/article.php?id=862</link>
<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Friedrich-Naumann-Stiftung Indonesia bersama Freedom Institut menerbitkan versi terjemahan “I, Pencil”, sebuah essay pendek yang diterbitkan oleh the Foundation for Economic Education. Essay ini menyampaikan gagasan bahwa ekonomi tidak bisa “direncanakan” secara terpusat, jika tak seorangpun tahu bagaimana caranya membuat sesuatu yang bahkan sangat sederhana seperti sebuah pensil, apalagi membuat mobil atau pesawat.</description>
</item>

<item>
<title>Reading Liberalisme: Dalam Bahasa Indonesia</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=861</link>
<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Freedom Institute dan Friedrich-Naumann-Stiftung für die Freiheit Indonesia baru-baru ini menerbitkan terjemahan buku yang diterbitkan oleh Liberal Institute, „Reading in Liberalism,“ kedalam bahasa Indonesia, dengan judul „Liberalisme,“  yang berisi 15 artikel, termasuk tulisan dari Friedrich August von Hayek, John Locke, David Hume, dan beberapa pemikir Liberal lainnya.</description>
</item>

<item>
<title>Fundamentals of Freedom: 2010 Asia Essay Contest</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=860</link>
<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>The Asia Institute for Political Economy (AIPE), yang berbasis di Hong Kong kembali mengadakan lomba penulisan mengenai kebebasan, yang mencoba mendorong generasi muda dan calon-calon pemimpin di Asia memahami ide kebebasan.</description>
</item>

<item>
<title>PRESS RELEASE: Indonesia Menempati Rangking ke – 5 dalam Freedom Baromoter Asia</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=859</link>
<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Indonesia menempati rangking ke – 5 dalam Freedom Barometer Asia yang baru-baru ini diluncurkan. Total nilai 63,47 yang berhasil diperoleh Indonesia menempatkanya pada posisi terbaik setelah Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura. Perolehan nilai Indonesia hanya berbeda tipis dengan Singapura yang memperoleh nilai 64,96.  Sementara negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia, hanya mendapatkan nilai 56,54, Philippine mendapat nilai 55,86, Thailand dengan nilai 57,83 dan Vietnam dengan nilai 42,73. </description>
</item>

 
</channel>
</rss>