<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0">
<channel>
<title>Kedai Kebebasan</title>
<link>http://www.kedai-kebebasan.org/</link>
<description>Kedai Kebebasan</description>
<language>Indonesian</language>
<copyright>2005 Kedai Kebebasan.org, PT</copyright>
<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 12:41:00 12:41:04</pubDate>

 
<item>
<title>Indonesia: Freedom Academy – A first step to “build a free society”</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=875</link>
<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Getting to know and understanding an idea is an important endeavour for a society, especially for its youth and students, and particularly for the young people in Indonesia, a country in the process of transition to democracy. The ideas of freedom, free society and liberalism are more or less new ideas for many students, after the words gained negative association during the dictatorship era before 1998 in Indonesia. On the other hand, the slogan “closer to the people” has attracted students more to socialism as an idea of change. In order to create a balanced discourse on the ideologies existing in the world, and as an effort to create a better understanding of Liberalism to the students, the Freedom Institute organized a series of courses on Liberalism.</description>
</item>

<item>
<title>Peran Negara dan Jaminan Sosial Nasional </title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=874</link>
<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Negara kesejahteraan seolah menjadi sebuah  keniscayaan bagi Indonesia. Pemberian jaminan sosial oleh negara kepada rakyat dianggap sebagai amanah konsitusi UUD 1945, terutama Pasal 28 dan Pasal 34. “Negara mengatur anak-anak terlantar dan fakir miskin.“ Beberapa produk hukum telah dibuat untuk memuluskan peran Negara tersebut, antara lain: Undang Undang Jaminan Sosial Nasional, undang-undang  jaminan kesehatan nasional, atau UU tentang jaminan sosial tenaga kerja. Namun yang sering dilupakan adalah sejauh mana kemampuan negara, dari sisi pembiayaan, untuk melakukan kewajiban tersebut.</description>
</item>

<item>
<title>Perdagangan Bebas: Sebuah Manfaat yang Tak Pernah Disadari dengan Baik</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=873</link>
<pubDate>Sat, 22 May 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Apa jadinya jika barang tak bisa bergerak bebas melewati batas-batas negara akibat proteksi. Apa jadinya jika konsumen yang seharusnya bisa mendapatkan barang murah namun gagal karena negara tak ingin membuka tapal batas negaranya? Frederic Bastiat, seorang sejarahwan dan pemikir Liberal asal Perancis pernah mengatakan bahwa jika barang tak bisa melewati batas negara, maka tentara lah yang akan masuk. Fenomena ini pernah terjadi memicu munculnya perang dunia ke-II.</description>
</item>

<item>
<title>Arti Penting Gagasan Liberal: Diskusi Awal Seri Diskusi Liberal bagi Mahasiswa</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=872</link>
<pubDate>Wed, 19 May 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Mendalami dan memahami sebuah ide merupakan suatu hal yang penting bagi sebuah masyarakat, terlebih bagi kalangan muda atau mahasiswa. Ide tentang kebebasan dan individualisme merupakan sebuah gagasan baru bagi kebanyakan mahasiswa. Kaum muda di kampus lebih gandrung terhadap pemikiran kiri atau sosialisme, yang dianggap lebih membela kepentingan rakyat.</description>
</item>

<item>
<title>Akademi Merdeka Indonesia II: Mengenal Ide-ide Politik dan Ekonomi Modern</title>
<link>http://kedai-kebebasan.org/berita/ekonomi/article.php?id=871</link>
<pubDate>Sun, 02 May 2010 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Akademi Merdeka adalah kursus pendek yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengenal ide-ide emansipasi manusia, khususnya sejarah dan filsafat individualisme, hak kepemilikan, pasar, pemerintahan minimal, hak asasi manusia, dan kedaulatan hukum: ide-ide masyarakat merdeka.</description>
</item>

 
</channel>
</rss>