Perbincangan mengenai nilai-nilai kebebasan dan Islam tak kunjung henti-hentinya. Selalu ada sesuatu yang baru dan selalu ada perdebatan didalamya.
Nilai kebebasan acapkali diidentikan dengan nilai yang datang dari Barat.” Sementara Islam adalah nilai yang timbuh dibelahan bumi lainnya, “Timur.” Pembedaan yang radikal ini kemudian cenderung menimbulkan persepsi dan interpretasi yang salah satu dengan yang lainnya. Dibeberapa tajuk berita utama di media massa tak jarang kita jumpai dominasi topik-topik yang diasosiasikan dengan “perselisihan budaya,” perselisihan antara Barat dan Timur, antara Kebebasan dan Islam. Kedatangan Presiden Amerika Serikat George W. Bush ke Indonesia baru-baru ini pun tak luput dari berbagai opini dan analisa yang mengkaitkannya dengan persoalan “perselisihan budaya.”
Ada suatu kecenderungan yang muncul akhir-akhir ini, menyebarluaskan suatu argumen yang tak memiliki landasan kuat serta menyebarkan suatu pandangan yang bersifat stereotip. Seharusnya berbagai analisa tersebut harus dibarengi oleh informasi dan argumen yang kuat, sehingga dapat muncul suatu diskusi yang positif. Pada kesempatan inilah, Friedrich Naumann Stiftung (FNSt) merasa perlu untuk mengetengahkan kembali isu-isu fundamental, yang terkait dengan keberadaan dunia yang dibentuk oleh tradisi dan nilai yang berbeda, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai kebebasan.
Kaum liberal di segala benua, termasuk mereka yang berada di negara Islam, menganggap kebebasan individual sebagai sebuah komponen yang amat sangat berharga. Pertanyaan yang kini muncul adalah:
- “Apakah gagasan kebebasan seperti ini cocok dengan Islam, baik yang tradisional maupun yang modern?”
- “Perbedaan maupun kontradiksi apa saja yang bisa diidentifikasi diantara keduanya?”
- “Bidang kemasyarakatan, politik, atau ekonomis apa sajakah, dimana perbedaan-perbedaan tersebut bisa menjadi nyata atau bahkan menimbulkan konflik?”
- “Bagaimana caranya agar pemikiran-pemikiran mengenai kebebasan ini bisa diharmonisasikan?”
- “Bagaimana caranya agar kita dapat mendukung para pejuang kebebasan di negara-negara Islam?”
Beberapa pertanyaan diatas hanyalah beberapa gelintir pertanyaan yang hendak dibahas oleh Friedrich Naumann Stiftung (FNS) bersama dengan para ahli, pengajar, dan intelektual yang terkemuka di bidang terkait yang berasal dari berbagai negara-negara Islam seperti Mesir, Yordania, Turki, dan beberapa negara di Afrika Utara serta Timur Tengah lainnya, yang juga dihadiri oleh beberapa pakar dari perwakilan negara Eropa-Barat, yang berkumpul dalam sebuah konferensi tentang “kebebasan dan Islam,” yang berlangsung dari tanggal 9-10 Oktober 2006 di Bonn, Jerman.
Konferensi yang dibuka oleh Anggota Dewan Pengurus Friedrich Naumann Stiftung, Irmgard Schwaetzer, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting negara Jerman ini membahas berbagai persoalan yang menyangkut Islam dan kebebasan dalam empat bagian tematik yang akan mengidentifikasi peluang untuk dan kekurangan dari kebebasan, dengan menggarisbawahi keadaan dan konsekuensi yang menyertainya. Selain itu, juga turut dipresentasikan konsep kebijakan liberal dan pendekatan reformasinya dari negara-negara Barat dan Islam. Salah satu topik yang tak kalah menarik adalah topik yang membahas persoalan kekuatan perempuan di dalam masyarakat Islam. Untuk membahas topik ini, beberapa narasumber dari lembaga terkait juga turut diundang sebagai pembicara.
Dalam artikel ini Kedai Kebebasan beberapa memuat photo, program acara konferensi, dan beberapa dokumen dari pembicara yang dapat didownload.
Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh isi dari konferensi tersebut, silahkan menghubungi kantor Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia, Jl. Rajasa II No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta 12110. Tel. 021-7256012/13 atau email: Jakarta@indonesia.fnst.org
| File Terkait: | |
![]() | Programme_Islam_Conference_-_Jerman.pdf (62.7 KB bytes) |
![]() | B.Sahin; the Treatment of Minorities in Islam and Liberal Tradition.pdf (37.2 KB bytes) |
![]() | Erich Weede; Is there a contradisction between Freedom and Islam.pdf (85.1 KB bytes) |
![]() | Farra; how does one prepare for globalization.ppt (507.5 KB bytes) |
![]() | loewe.pdf (90.8 KB bytes) |
![]() | Nahed_Selim; Islam and Woman Rights.pdf (15.2 KB bytes) |
![]() | Nienhausenlisch; islamic economic system.pdf (33.2 KB bytes) |
![]() | Paker; freedom and Individual.pdf (36 KB bytes) |
![]() | Saad Eddin; Management and Mismanagement of Diversity.pdf (139 KB bytes) |
![]() | Versi Cetak | ![]() | Kirim ke Teman | ![]() | Nilai Artikel Ini: | ![]() ![]() ![]() ![]() Rating saat ini: 4 dari 5 |

Kamis, September 09 2010 








